Sabtu, 10 Januari 2009

RIADHUS SOLIHIN (1) : Niat Ikhlas - Hadith 4, 5, 6


4: Jabir bin Abdullah r.a berkata: "Ketika kami bersama Nabi s.a.w. dalam suatu peperangan, tiba-tiba Nabi s.a.w. bersabda, " Sesungguhnya di Madinah ada bebcrapa orang, tidaklah setiap kali kamu melalui jalan, atau menyeberangi lembah, melainkan mereka sentiasa menyertai kamu (menyekutui kamu) pahalanya. Mereka tertahan oleh penyakit."

(Muslim).
Di mana saja kamu berjalan, baik mendaki atau menurun, mereka tetap menyekutui kamu dalam pahala, kerana kesungguhan niat, sedang mereka tertahan oleh udzur. Demikianlah pengaruh niat.

5: Anas r.a. berkata: Ketika kami kembali dari perang Tabuk bersama Nabi s.a.w. tiba-tiba Nabi s.a.w. bersabda, " Sesungguhnya ada beberapa orang tertinggal di kota Madinah, tetapi tiadalah kami melalui suatu dusun atau lembah, melainkan selalu menyertai kami, mereka tertahan oleh
uzur."
(Bukhari).

Karena niat yang sungguh- sungguh ingin ikut jihad, tetapi terhalang oleh keadaan yang memaksa harus tinggal, maka Allah berkenan dengan kurniaNya memberi kepada mereka pahala yang sama dengan orang-orang yang keluar berjuang di medan pertempuran. Demikianlah kurnia Allah yang tiada terbatas.


6: Ma'nu bin Jazid r.a. berkata: Ayahku Jazid biasa mengeluarkan beberapa dinar (emas) untuk sedekah, dan dititipkan pada seseorang di masjid, untuk diberikan kepada fakir miskin yang meminta-minta. Maka saya minta dari orang yang dititipi itu, dan saya tunjukkan kepada ayahku. Dia berkata “Demi Allah bukan kepadamu saya tujukan sedekah itu.” Dan hal ini saya ajukan kepada Rasulullah s.a.w. Maka sabda Nabi s.a.w. “ Bagimu apa yang kau niatkan hai Jazid, dan bagimu apa yang kau ambil hai Ma'nu.”


(Bukhari).

Niat Jazid akan bersedekah kepada fakir miskin telah berhasil, meskipun wang itu jatuh ke tangan anak kandungnya sendiri. Manakala Ma'nu, oleh karena dia berhak menerima sedekah, maka tidak dilarang mengambilnya.
Niat seseorang berhasil di sisi Allah, meskipun dalam praktiknya seolah-olah tidak sampai kepada yang dituju.



Rujukan
m.s 13 - 14
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Wahai diri, janganlah menjadi orang yang ilmunya sebesar gunung tetapi amalnya sebesarnya debu.....insaflah................

Senarai Rujukan:

1. Ayat-ayat Al-Qur'an
quranexplorer.com
praytime.info


2. Terjemahan ayat-ayat Al-Qur'an
readthequran.org


3. Riadhus Solihin versi Bahasa Indonesia
Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Annawawy (Terjemahan Salim Bahreisy). 1977. RIADUS SHALIHIN. Bandung: PT ALMA'ARIF

4. Riadhus Solihin versi Bahasa Arab dan Bahasa Inggeris
guidedways.com


5. Muntakhab Ahadith versi Bahasa Melayu
Maulana Muhammad Yusuff Al-Kandahlawi (Terjemahan Bahasa Melayu oleh ; Abu Abil Hassan Ibn Musa dan Muhammad Sanadi bin Hj. Abu Bakar)
الأحاديث المنتخبة - حديث٢ ڤيليهن MUNTAKHAB AHADITH.
Kuala Lumpur : KLANG BOOK CENTRE

6. Muntakhab Ahadith versi Bahasa Arab
العلامة الداعية الشيخ محمد يوسف الكندهلوى رحمه الله .٢٠ من ذى القعدة ١٤١٨ ه. الأحاديث المنتخبة. نظام الدين دلهى الجديدة (الهند) : مكتبة فيض عام